TOPIK MASALAH : GAKI
a. What: GAKI
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Iodine Deficiency Disorder) merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit salah satu yang sering kita kenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.
Faktor – Faktor yang berhubungan dengan masalah GAKI antara lain :
1. Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
1. Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI. Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya (Djokomoeldjanto, 1994).
Hal ini dibuktikan oleh Marine dan Kimbell (1921) dengan pemberian iodium pada anak usia sekolah di Akron (Ohio) dapat yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling (Djokomoeldjanto, 1994).
2. Faktor Geografis dan Non Geografis
Menurut Djokomoeldjanto (1994) bahwa GAKI sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan.
Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium (Soegianto, 1996 dalam Koeswo, 1997).
3. Faktor Bahan Pangan Goiterogenik
Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik (Djokomoeldjanto, 1974). Williams (1974) dari hasil risetnya mengatakan bahwa zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh.
Goiterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat (Linder, 1992).
Menurut Chapman (1982) goitrogen alami ada dalam jenis pangan seperti kelompok Sianida (daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung) ; kelompok Mimosin (pete cina dan lamtoro) ; kelompok Isothiosianat (daun pepaya) dan kelompok Asam (jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka).
4. Faktor Zat Gizi Lain
Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas. Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun.
KLASIFIKASI
Survei epidemiologis untuk gondok endemik biasanya didasarkan atas besarnya kelenjar tiroid, dilakukan dengan metode Palpasi, menurut klasifikasi Perez atau modifikasinya (1960) :
• Grade 0 : Tidak teraba
• Grade 1 : Teraba dan terlihat hanya dengan kepala yang ditengadahkan
• Grade 2 : Mudah terlihat, kepala posisi biasa
• Grade 3 : Terlihat dari jarak tertentu
• Grade 1 : Teraba dan terlihat hanya dengan kepala yang ditengadahkan
• Grade 2 : Mudah terlihat, kepala posisi biasa
• Grade 3 : Terlihat dari jarak tertentu
Karena perubahan gondok pada awalnya perlu diwaspadai, maka grading system, khususnya grade 1 dibagi lagi dalam 2 klas, yaitu:
• Grade 1a : Tidak teraba atau teraba tidak lebih besar daripada kelenjar tiroid normal.
• Grade 1b : Jelas teraba dan membesar, tetapi pada umumnya tidak terlihat meskipun kepala ditengadahkan.Kelenjar tiroid tersebut ukurannya sama atau lebih besar dari falangs akhir ibu jari tangan pasien.
• Grade 1a : Tidak teraba atau teraba tidak lebih besar daripada kelenjar tiroid normal.
• Grade 1b : Jelas teraba dan membesar, tetapi pada umumnya tidak terlihat meskipun kepala ditengadahkan.Kelenjar tiroid tersebut ukurannya sama atau lebih besar dari falangs akhir ibu jari tangan pasien.
b. Who
Ø Orang yang kekurangan iodium
Ø Orang yang bertempat tinggal di dataran tinggi
Ø Orang yang tinggal dengan kondisi lingkungan yang mengalami defisiensi iodium
Ø Orang yang tidak mengerti akan pentingnya iodium
c. Where
Ø Daerah pegunungan / dataran tinggi
d. When
GAKI terjadi dalam periodik tahunan/ setiap tahun ada dan tidak dibatasi dengan periode waktu/ musim tertentu.
e. Kesimpulan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (Iodine Deficiency Disorder) merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit salah satu yang sering kita kenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.
Faktor – Faktor yang berhubungan dengan masalah GAKI antara lain :
1. Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
2. Faktor Geografis dan Non Geografis
1. Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
2. Faktor Geografis dan Non Geografis
3. Faktor Bahan Pangan Goiterogenik
4. Faktor Zat Gizi Lain
4. Faktor Zat Gizi Lain
Orang-orang yang dapat terjangkit GAKI
Ø Orang yang kekurangan iodium
Ø Orang yang bertempat tinggal di dataran tinggi
Ø Orang yang tinggal dengan kondisi lingkungan yang mengalami defisiensi iodium
Ø Orang yang tidak mengerti akan pentingnya iodium
Daerah yang mudah terjangkit GAKI
Ø Daerah pegunungan / dataran tinggi
f. Determinan
![]() |
g. How
Setelah dilakukan pengamatan epidemiologi didapatka kesimpulan bahwa untuk menangani kasus GAKI, masyarakat dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
· Mengkonsimsi makanan alam yang kaya akan iodium. Misal : ikan lautm udang, karang-karangan, ganggang laut, dan makanan lain yang bersumber dari laut.
· Mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung zat GOITROGENIK
· Makanan kapsul minyak beroiodium setahun sekali/ suntikan minyak beriodium 4 tahun sekali. Apabila sulit dijangkau distribusi garam beriodium.
CARA PENGGUNAAN GARAM BERIODIUM
· Janganlah membubuhkan garam beiodium pada saat sayur masih mendidih dalam panci yang tidak tertutup. Bubuhkanlah garam beriodium pada saat sayur diangkat dari api dan kemudian ditutup agar kendungan iodium tidak menguap.
· Lebih baik membubuhkan garam beriodium pada sambal, rujak, tahu goreng dll. Sebagai garam meja.
· Garam beriodium hendaknya disimpan pada tempat yang kering dan tertutup rapat agar kandungan iodium tidak berkurang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar